Categories
Blog

Tips dan Trik Agar Terhindar dari Narkoba

Agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Berikut ini kami hadirkan tips dan trik agar kita semua bisa menghindari penyalahgunaan narkoba.

MENGENDALIKAN EMOSI

1.Biasakan memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan. Semakin kamu mahir menyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosimu. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal.

2.Perasaan-perasaan yang kamu alami umumnya bersumber dari pikiran. Ketika kamu berpikiran negatif, perasaanmu cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika kamu berpikir positif, perasaanmu cenderung positif. Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengendalikan perasaan.

3.Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam dirimu. Ketika suasana hatimu menjadi tidak nyaman, cobalah menenangkan dengan berdoa, menemui sahabat untuk berbagi perasaan, beristirahat, mendengarkan musik, atau apa saja yang kamu sukai.

4.Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negatif yang kamu rasakan. Misalnya, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga kamu ketakutan? Apakah masalahnya begitu gawat sehingga kamu harus marah besar?

5.Kendalikan reaksimu terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika ada yang menyalip mobil, kamu bisa memilih untuk marah atau memilih untuk tetap tenang. Yang pertama bisa membuat kamu jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajar kamu menguasai diri dengan baik.

6.Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinanmu yang salah. Misalnya, Siapa bilang kegagalan itu kebodohan? Siapa bilang masalah yang kamu hadapi itu tidak ada jalan keluarnya? Siapa bilang kamu tidak mampu memaafkan? Siapa bilang putus cinta itu kiamat?

7.Perasaan bukanlah masalah benar atau salah. Manusiawi sekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kamu tidak larut dalam perasaan-perasaan negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keputusan penting dalam suasana hati yang kacau.

8.Hidupkanlah perasaan-perasaan yang menyenangkan sesering mungkin, termasuk untuk hal-hal yang kamu inginkan terjadi. Misalnya perasaan gembira ketika kelak kamu diwisuda, ketika kelak kamu bertemu dengan kekasih hati, ketika kelak kamu mendapat pekerjaan / bisnis yang kamu impikan. Itu adalah salah satu cara emosi untuk membantu mewujudkan impianmu menjadi kenyataan.

9.Perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa juga disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat. Kamu bisa saja merasa bete ketika influenza, ketika stres, ketika kurang tidur, dsb. Tidak perlu mencemaskan perasaan tidak nyamanmu yang bersifat sementara itu. Seringkali melakukan tindakan-tindakan sederhana bisa mengubah suasana hatimu.

10.Belajarlah mengucapkan syukur dalam segala keadaan. Hati yang penuh dengan mengucap syukur akan membuat hidup lebih ringan, pikiran lebih jernih dan perasaan lebih nyaman sehingga mengendalikan perasaan bukan lagi beban yang berat.

BERPIKIR SECARA KREATIF

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi akal dan pikiran. Akal adalah alat berpikir atau daya pikir untuk mengerti mengenai sesuatu termasuk pikiran, ingatan. Akal dapat pula dinyatakan sebagai upaya, ikhtiar atau jalan untuk melakukan sesuatu (kamus umum bahasa indonesia). Pikiran adalah proses akal untuk mengingat, berangan-angan seperti ahli falsafat. Namun pikiran juga dapat diartikan sebagai kecerdasan berargumentasi, berpikir, mengingat dan menguasai kesadaran untuk bertindak dan sebagainya. Tanpa akal manusia tidak bisa membuat / menciptakan suatu karya. Hanya akal dan pikiran yang dapat membuat manusia berkembang menuju kehidupan yang lebih baik melalui keberadaan budaya manusia. Salah satu budaya manusia adalah berpikir kreatif, yaitu memiliki daya cipta atau kemampuan menciptakan sesuatu yang berguna. Menurut Henry Ford, berpikir adalah suatu pekerjaan paling berat karena itu tidak banyak orang yang mau berpikir. Orang yang selalu berpikir dapat diartikan mampu berbicara dengan dirinya sendiri (batin), menganalisa, mempertimbangkan dan terdorong mencari hubungan sebab dan akibat pada sesuatu yang terjadi disekitarnya (kaum cendikiawan/intelektual)

Sebenarnya berlatih berpikir kreatif sama seperti melatih diri dalam melakukan tindakan atau perbuatan misalnya berlatih berbuat baik maka akan terbiasa semakin baik. Berlatih percaya diri maka terbiasa yakin dengan dirinya sendiri. Berpikir kreatif merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai kesuksesan namun pada zaman modern seperti sekarang ini “kita” berada dalam kebiasaan cara pikir / mental yang mempermudah mewujudkan kemauan dengan segera. Bayangkan bertahun-tahun lalu orang harus berkreatifitas agar dapat hidup misalnya dengan bercocok tanam untuk kebutuhan makan, mencari kayu bakar untuk memasak, membuat rumah untuk tempat berteduh dsb. Semestinya kalau kita kreatif maka bercocok tanam mendorong untuk membuat alat yang lebih sesuai sehingga tenaga manusia dapat dialihkan untuk yang lebih produktif. Sekarang ini “kita” cenderung menggunakan / menerima sesuatu secara pasif tanpa mau menggali potensi diri sebagai kreatifitas untuk menemukan dan mengembangkan hal-hal yang baru.

Perlu diperhatikan bahwa berpikir kreatif / imajinatif bukanlah bakat khusus yang hanya dimiliki beberapa orang saja karena sejak dilahirkan manusia sudah diberi kemampuan bakat berimajinasi tetapi tidak diolah menjadi kebiasaan sehari-hari. Untuk memulai kebiasaan kreatif harus dimiliki rasa antusias/bergairah, bersemangat, rasa ingin tahu, memberi perhatian / kepedulian pada diri sendiri.

MENGATASI GEJOLAK EMOSI

Gejolak emosi itu dapat saja terjadi bila keinginan seseorang terpenuhi keinginannya atau sebaliknya. Apabila seseorang terpenuhi keinginannya maka hal tersebut dapat saja menjadi pemicu gejolak emosi yang berlebihan, seperti seseorang yang selalu dapat memenuhi segala keinginannya, hal ini dapat juga menjadi pemicu gejolak emosi yang berlebihan. Seperti kurangnya perngertian dari orang tua dan tidak dapat memenuhi keinginan atau harapan orang tua.

Gejolak emosi itu dapat kita atasi dengan cara kita mengenal diri kita sendiri, sampai dimana batas kemampuan dan kekurangan yang kita miliki, jangan selalu mengikuti keinginan-keinginan yang tidak jelas tujuannya dan pada akhirnya dapat merugikan diri kita sendiri. Kita harus bisa membedakan hal-hal tsb diatas dengan selalu berfikir secara positif. Karena hal ini sangat membantu dalam cara berfikir kita dalam menahan gejolak emosi dan penemuan jati diri kita yang sebenarnya.

MENGATASI PERILAKU YANG MENYIMPANG

Perilaku yang menyimpang disebabkan oleh kurang kejujuran dan keterbukaan dari seseorang. Perilaku-perilaku itu antara lain seperti mengambil barang yang bukan miliknya, berbohong, menipu, memanfaatkan kesempatan dan kepercayaan, melawan orang tua, mabuk-mabukan, dsb.

Seseorang bisa berlaku menyimbpang salah satunya dikarenakan takut untuk berbuat jujur karena apabila dia jujur maka akan terungkap semua kebohongannya dan orang akan kecewa. Hal lain yang membuat kita susah jujur karena dengan berbohong kita akan merasa aman dan semua kesalahan-kesalahan yang kita perbuat tidak akan pernah dipermasalahkan hingga kebohongan tersebut terungkap. Semakin sering kita berbohong maka akan semakin sulit untuk kita berkata jujur dan kita akan semakin menutup diri dikarenakan kebohongan-kebohongan yang terlalu banyak disimpan.

Begitu pula jika kita memanfaatkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh orang lain maka kita merasakan bebas melakukan hal-hal yang kita ingin perbuat walaupun perbuatan itu salah.

Perilaku menyimpang tidak dapat didiamkan saja, cara mengatasinya adalah :

1.     Selalu berkata jujur dan terbuka walaupun akan mengecewakan orang lain. Karena dengan berkata jujur dan terbuka orang lain dapat membantu kita mencari solusi atas masalah-masalah yang kita hadapi.

2.     Menjaga sebaik mungkin kesempatan dan kepercayaan yang diberikan orang lain.

3.     Menerima diri apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

4.     Lebih mendekati diri ke Tuhan

5.     Selalu memikirkan perbuatan-perbuatan yang akan kita lakukan, baik dari sisi positif maupun sisi negatif sehingga kita mampu menahan diri untuk berbuat hal-hal yang menyimpang.

MENGATASI KEBOSANAN

Kebosanan merupakan suatu hal yang cukup menyebalkan. Biasanya ditimbulkan karena kejenuhan dalam menjalankan rutinitas sehari-hari yang monoton.

Lain hal jika kita sebagai mantan pengguna napza (ex junkies). Biasanya kita jadi cepat bosan karena euforia yang ditimbulkan oleh putauw belum ada tandingannya dan kita masih belum rela melepaskan kesenangan tsb.

Jika kita sudah rela melepaskan euforia putaw karena mengetahui dampak negatifnya lebih besar maka kita akan lebih mudah menerima diri kira dan pekerjaan sehari-hari kita apa adanya.

Seorang mantan pengguna sering cepat merasa bosan akan situasi atau keadaan disekitarnya disebabkan salah satunya adalah kegiatan yang monoton dan tidak berkembang dinamis. Pada waktu masih menggunakan putauw, otak kita dipaksa untuk selalu berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan putauw dan cara berpikir ini belum tentu bisa digunakan untuk besok. Sperti bagaimana cara mendapatkan uang untuk membeli putauw.

Jalan berfikir seperti ini sebenarnya baik jika dikembangkan secara positif tetapi pada saat baru berhenti biasanya seorang mantan pecandu malas untuk berfikir masalah yang rumit. Hal ini akan berkembang sendirinya dengan jalannya waktu.

Memberi mereka (mantan pecandu) sesuatu hal yang baru, menantang dan mereka suka untuk melakukannya merupakan hal yang sangat positif mungkin mereka akan sangat tertarik mengerjakannya dan lupa dengan kebosanannya. Sehingga mereka akan merasa senang dan berpikir ternyata di dunia masih banyak hal-hal menyenangkan selain menggunakan putauw.

Jika hal-hal tersebut dilakukan maka diharapkan mereka dapat menghadapi realita kehidupan disamping masih diperlukannya seorang pembimbing agar mereka mengetahui bahwa tindakan yang mereka lakukan benar adanya.

Selain hal tersebut diatas seorang pengguna memerlukan hasrat sex dengan lawan jenis tetapi hal ini terlalu beresiko tinggi karena hasrat seks  dengan lawan jenis merupakan stressor masalah yang dapat membuat sorang mantan pengguna relaps.

Tapi dampak lainnya yang positif biasanya dia akan mendapatkan teman curhat atau ngobrol, karena ngobrol dengan lawan jenis lebih membuat senang dan tenang bagi mantan pengguna sehingga bisa cepat dan mengeluarkan seluruh unek-unek (beban pikiran) sehingga mengurangi dampak stress karena beban pikirannya dan merasa lebih lega.

Hal lain yang bisa mengurangi dampak bosan adalah spiritual, karena dengan mendekatkan diri kepada Tuhan kita merasa lebih tenang, nyaman, dan aman.

Hal-hal seperti tenang, nyaman, dan aman merupakan hal-hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang mantan pecandu. Dan bagaimana kita (ex junkies) bisa selalu mendapatkannya ? sehingga tidak mudah merasa bosan, dan tidak cepat stress.Kiat-Kiat Untuk Orang Tua

KIAT-KIAT UNTUK ORANG TUA

– Pendengar yang baik
– Penuh perhatian
– Bijaksana membuat keputusan dan meminta pendapat
– Tegar berdiskusi meskipun menyangkut perihal sensitif
– Beri respons yang konstruktif
– Beri pesan dengan jelas
– Teladan dalam perilaku

(Berbagai Sumber)

Categories
Blog

Manajemen Stress

Manajemen Stress

Oleh: Iredho Fani Reza, S.Psi.I

Di era yang serba modern ini, banyak kemajuan yang tidak dapat dihindari lagi. Kemajuan dan perkembangan yang terjadi di bidang ekonomi, sains dan teknologi, bahkan budaya dan tradisi mengalami perubahan yang begitu signifikan. Bila kita melihat pertumbuhan sektor perekonomian di Indonesia, banyak gedung-gedung bertingkat didirikan, hampir merata di kota-kota seluruh Indonesia. Hal ini, menandakan perekonomian di kota Republik Indonesia mulai mengalami kemajuan. Di segi sains dan teknologi, zaman sekarang sudah mengandalkan penggunaan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknologi). Contohnya, seperti pendaftaran sekolah dan kuliah telah menggunakan sistim online semua. Hal ini juga menunjukkan kemajuan di bidang pendidikan. Akan tetapi, kemajuan dan perubahan zaman ini, tidak semua masyarakat dapat mengikutinya dengan baik dan merasa bahagia.

Ada sebagian masyarakat yang mengalami stress akibat perkembangan dan kemajuan zaman yang cenderung tidak dapat diikutinya. Hal ini, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2011, bahwa populasi orang dewasa Indonesia yang mencapai 150 juta jiwa, sekitar 11,6 persen atau 17,4 juta jiwa mengalami gangguan mental emosional atau gangguan kesehatan jiwa berupa kecemasan dan depresi (Disampaikan dalam “seminar dalam rangka hari kesehatan jiwa sedunia” 28 September 2011). Selanjutnya hasil riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013. Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 1,7 per mil. Gangguan jiwa berat terbanyak di Yogyakarta, Aceh, Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Tengah. Proporsi RT yang pernah memasang ART gangguan jiwa berat 14,3 persen dan terbanyak pada penduduk yang tinggal dipedesaan (18,2%), serta pada kelompok penduduk dengan kuintil indeks kepemilikan terbawah (19,5%). Prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia 6,0 persen. Provinsi dengan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk tertinggi adalah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

Melihat fakta dilapangan, hal ini menjadi sebuah PR besar bagi semua lini kehidupan, peran serta semua elemen masyarakat untuk menjaga hubungan yang harmonis antara sesama individu masyarakat dan peran pemerintah untuk memberikan stabilitas yang menyangkut masalah kenyamanan opinin masyarakat. Dari paradigma di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak masyarakat yang mengalami stress akibat dari tekanan kehidupan yang dari hari ke hari beragam permasalahannya.

Apa itu stress?

Selye mengatakan stress merupakan respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Apabila individu mengalami gangguan pada satu atau lebih organ tubuh sehingga individu tidak dapat lagi menjalankan fungsi pekerjaan dengan baik, maka individu disebut mengalami distress. Akan tetapi, apabila individu dapat mengatasi tekanan yang datang terhadap dirinya, tanpa ada keluhan fisik maupun mental, maka individu tidak mengalami stress melainkan disebut eustress.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stress

Terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi atau penyebab timbulnya keadaan stress. Penyebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi stress disebut dengan stressor. Dalam kajian ini, akan dijelaskan stressor yang berasal dari stressor psikososial. Menurut Dadang Hawari, stressor psikososial diantaranya: 1) Perkawinan; 2) Problem orang tua; 3) Hubungan interpersonal; 4) Pekerjaan: 5) Lingkungan hidup; 6) Keuangan; 7) Hukum; 8) Perkembangan; 9) Penyakit fisik atau cidera; 10) Keluarga; 11) Trauma.

Berdasarkan pendapat Hawari, dapat di ambil sebuah kesimpulan yang menjadi penyebab seseorang mengalami stress diantaranya: 1) Faktor Fisiologis; 2) Psikologi; 3) Faktor Sosial dan Budaya.

Reaksi terhadap stress

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami stress, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Individu yang mengalami stress, akan menunjukkan reaksi dalam dirinya. Menurut Yusuf dan Nurihsan, gejala stress dapat dilihat dari gejala fisik maupun psikis. Gejala fisik diantaranya, sakit kepala, sakit lambung, tekanan darah meninggi, jantung berdebar-debar, insomnia (sulit tidur), mudah lelah, keluar keringat dingin, kurang selera makan, dan sering buang air kecil. Selanjutnya gejala psikis diantaranya, cemas, konsentrasi menurun, bersikap apatis (masak bodoh), pesimis, hilang rasa humor, pendiam, malas beraktivitas, melamun, menjadi pemarah. Selanjutnya seseorang yang mengalami stress dapat pula dilihat berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi pada kondisi tubuhnya. Menurut Dadang Hawari, seseorang yang mengalami stress akan mengalami perubahan fisiologis. Perubahan yang terjadi merupakan gangguan fungsional dari organ tubuh individu yang mengalami stress. Keluhan fisik mempengaruhi kondisi mental dan emosional, sehingga individu yang mengalami stress akan menjadi pemarah, pemurung, pencemas, dan mengalami gangguan emosional lainnya.

Strategi Menghadapi Stress

Setelah mengetahui faktor yang mempengaruhi stress dan reaksi tubuh (fisik dan psikologis) terhadap stress. Strategi menghadapi stress harus diketahui oleh setiap individu manusia. Berdasarkan ulasan dari Dadang Hawari, ringkasan upaya meningkatkan kekebalan terhadap stress diantaranya:

  1. Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup.
  2. Membiasakan untuk menggerakan badan minimal 2 kali seminggu (olahraga).
  3. Mengurangi atau bahkan meninggalkan rokok dan minuman keras.
  4. Menjalin interaksi sosial yang baik.
  5. Mendekatkan diri kepada Tuhan.

Melalui strategi menghadapi stress yang benar, seseorang dapat terhindar dari keadaan stress yang menjadi distress. Melalui strategi stress, keadaan tekanan yang dialami dapat menjadi eustress. Dalam arti kata, tekanan yang hadir dari pelbagai aspek kehidupan, dapat menjadi pencetus semangat untuk menyelesaikan dan memecahkan pelbagai masalah kehidupan.

Bacaan Lebih Lanjut:

Hawari, Dadang. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Jakarta: Gaya Baru, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2001.

Hidayat, Atep Afia, 17,4 Juta Orang Alami Stres dan Depresi. Diakses melalui http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/10/24/174-juta-orang-alami-stres-dan-depresi-406096.html  pada tanggal 20 Maret 2014 pukul 11.11 Wib.

Tim Balitbangkes. Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2013.

Yusuf, Syamsu dan A. Juntika Nurihsan. Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rosda, 2009.

Categories
Blog

Rehabilitasi Jiwa Pertama di Yogyakarta

Rehabilitasi jiwa pertama di Yogyakarta yang menjalin kerja sama denga industri, perusahaan dan para pengusaha di Yogyakarta untuk memberdayakan pasien yang sedang dirawat di Pondok Pemulihan Sahabat, sebagai terapi kerja sehingga mengembalikan keberhargaan diri dan kepercayaan diri pasien untuk kembali terjun dalam masyarakat.